Beri Makna Indonesia, Program Desa BRIlian BRI Angkat Potensi Ekonomi ‘Kampung Durian’

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 9 Juli 2023 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Aminuddin merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner durian sekaligus Pengawas BUMDes di Desa Tunjungan. (Dok. Bank BRI)

Andi Aminuddin merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner durian sekaligus Pengawas BUMDes di Desa Tunjungan. (Dok. Bank BRI)

INFOKUMKM.COM – Desa Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dikenal memiliki potensi wisata alam yang indah.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Potensi desa wisata tersebut kemudian diperkuat melalui program Desa BRILian yang mengangkat prospek kuliner komoditas hortikultura yakni buah durian.

Seperti diketahui, program Desa BRILian dihadirkan oleh BRI sejak tahun 2020. Tujuannya adalah untuk mewujudkan ketahanan ekonomi melalui pemberdayaan potensi desa di Indonesia dengan empat kriteria nilai utama yaitu BUMDes aktif, digitalisasi, kerberlanjutan (sustainability) dan inovasi.

Adalah Andi Aminuddin yang merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner durian sekaligus Pengawas BUMDes di Desa Tunjungan.

Dia menjelaskan, Desa Tunjungan selama ini dikenal secara lokal karena menawarkan wisata alam buatan berupa Waduk Greneng yang memiliki fungsi utama sebagai irigasi pertanian.

Di sekitarnya terdapat pula potensi wisata lainnya seperti Cemoro Pitu dan Kebun Greneng.

Di sisi lain, karena tak sedikit pelaku UMKM di desa tersebut yang telah lama diberdayakan Mantri BRI, potensi wisata baru kemudian muncul, yaitu kuliner buah durian.

Pihaknya merinci, BUMDes Tunjungan selama ini membantu mengelola potensi UMKM, di antaranya kerupuk sermier berbahan baku singkong, kerupuk gadung, juga keripik pisang.

Terbaru adalah wisata kuliner durian, bahkan saat ini telah menjadi Kampung Durian.

“Memang masyarakatnya punya kebun durian, sehingga kami namakan Kampung Durian. Melalui Desa BRILian kami kembangkan Kampung Durian tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, Kampung Durian baru dibuka diawal 2023 setelah BUMDes di sana mendapat suntikan dana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI.

Awalnya, masyarakat hanya menjual hasil kebun duriannya kepada pengepul. Namun kini perkebunan masyarakat yang memberdayakan sekitar 300 petani tersebut telah bertransformasi menjadi tempat wisata.

Di Kampung Durian Desa Tunjungan, pengunjung dapat menikmati durian di tempat bahkan menunggu durian matang di pohon yang terjatuh.

“Dari bantuan CSR tersebut, kami kembangkan Kampung Durian. Kami kelola kebun warga dan kami jadikan tempat wisata. UMKM lokal jalan semua karena menjadi pelengkap kuliner durian,” lanjutnya.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Andi menambahkan, dirinya kini sedang merintis produksi dan penjualan coklat durian sebagai salah satu produk unggulan dari sana.

Coklat durian produksi Andi dibuat tanpa pengawet dengan maksimal ketahanan di freezer selama 1 bulan.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Oleh karena itu pihaknya saat ini hanya melayani pesanan. Andi pun memasarkannya melalui media sosial dengan jumlah terbatas disesuaikan dengan pasokan bahan baku yang sangat bergantung dari musim durian.

Literasi dan Inklusi Keuangan Oleh BRI

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Selain pemberdayaan UMKM dan mendorong potensi wisata di daerahnya, Andi mengungkapkan, manfaat besar lainnya dari program Desa BRILian yakni literasi dan inklusi keuangan.

Masyarakat diedukasi mengakses permodalan secara formal dan legal dengan manfaat yang jelas terasa bagi kelas usahanya masing-masing.

Kemudian masyarakat pun kini terbiasa melakukan pembayaran non-tunai melalui QRIS. Menurut Andi hal ini menjadi terobosan yang memudahkan transaksi wisatawan dengan pelaku UMKM setempat.

“Dari BRI ada pembinaan dan pemberdayaan terutama untuk pengembangan UMKM. Pengenalan QRIS, pengenalan kredit mikro dan sebagainya. Terutama QRIS yang kita rasakan manfaatnya.”

“Membeli tanpa uang, bisa. Wisatawan yang mendatangi Kampung Durian lebih mudah bertransaksi menggunakan QRIS,” imbuhnya.

Dengan demikian, menurutnya berbagai program pemberdayaan yang dilakukan BRI mampu mendorong kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

Bahkan pelaku UMKM dari kawula muda lebih bergeliat dan semakin bersemangat karena wisata di daerahnya naik.

Direktur Mikro BRI Supari menambahkan bahwa selain pemberdayan, literasi dan inklusi sudah secara internal dan menjadi agenda yang masif dilakukan kepada Desa BRILian melalui relationship manager segmen mikro atau biasa disebut Mantri yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

BRI mampu meningkatkan inklusi keuangan melalui program pembiayaan di Desa BRILian. Di samping itu, Mantri BRI dapat melakukan kurasi kepada nasabahnya untuk naik kelas.

“Karena Desa BRILian merupakan program pemberdayaan yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul.”

“Melalui semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s),” ujar Supari.***

Berita Terkait

BNI Dukung UMKM untuk Masuk Pasar Global dan Tingkatkan Daya Saing di Kancah Internasional
Terkait Serifikat Halal untuk UMKM, Begini Respons Mendag Zulkifli Hasan Soal Usulan Teten Masduki
Kemenkop UKM Evaluasi Kebijakan Daerah yang Kontraproduktif dengan Keentingan UMKM
Cermati Kondisi Global dan Fokus ke Tantangan Domestik dengan Berdayakan UMKM, BRI Bukukan Laba Rp15,98 T
Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM Dorong Kalangan Koperasi untuk Akses Dana Bergulir
Digitalisasi Adalah Langkah Penting untuk Dorong UMKM, Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluang Usaha
Pj. Bupati Dorong Inovasi Pertanian: Vanili, Melon, Cabai, Anggur, hingga Pepaya
Peningkatan Peserta 168%, BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 Memukau
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 07:51 WIB

Berikut Ini Daftar Lengkap Sebanyak 6 Wilayah Tambang yang Disiapkan untuk Ormas Keagamaan

Sabtu, 1 Juni 2024 - 10:48 WIB

Termasuk Bahas RAPBN 2025, Sri Mulyani Terima Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo – Gibran

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:46 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:25 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ungkap Alasan Pertumbuhan Ekonomi pada 2025 akan Naik

Kamis, 16 Mei 2024 - 10:59 WIB

Prabowo Subianto Optimistis Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh 8 Persen dalam 2-3 Tahun ke Depan

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:35 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Rabu, 8 Mei 2024 - 20:03 WIB

Standar Tinggi: BNSP Membuka Pelatihan Asesor Kompetensi LSP Pembiayaan Indonesia

Rabu, 8 Mei 2024 - 10:58 WIB

Termasuk Disrupsi Rantai Pasok Global yang Belum Sepenuhnya Pulih, Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global

Berita Terbaru